Hukum Seorang Muslimah Menggunakan Hijab Syar'i

Posted by lia on September 12, 2020

Hukum Seorang Muslimah Menggunakan Hijab Syar'i- Martabat dan martabat seorang wanita sangat berharga dalam perspektif Islam. Hal ini tergambar jelas dalam tujuan dan misi utama Islam; yakni tuntunan yang datang untuk menyelamatkan agama, jiwa, harta benda, akal, dan martabat manusia. Untuk menjaga harga diri seorang wanita, Islam telah menetapkan beberapa batasan dan aturan sesuai dengan fitrahnya.

Artinya menggunakan Hijab Syar’i, ketika seorang wanita keluar dari batas Allah, maka pada dasarnya dia telah melawan kodrat ciptaannya dan itu pasti akan berakibat fatal bagi harga diri dan agamanya. Di antara aturan-aturan Islam adalah menghindari segala tindakan yang dapat menjerumuskan seseorang ke dalam haram, amoralitas yang tidak bermoral, dan penyalahgunaan martabat wanita.

Hukum Seorang Muslimah Menggunakan Hijab Syar'i

Selain pacaran dan berduaan dengan pria yang bukan mahram, tindakan yang bisa menjerumuskan seseorang ke dalam perbuatan tercela ini adalah melepas hijab atau baju yang menutupi seluruh alat kelamin dan perhiasan yang dikenakannya. Allah Ta'ala berkata:

Katakan kepada wanita yang beriman, "Biarkan mereka menahan pandangan mereka, dan jaga alat kelamin mereka, dan biarkan mereka tidak menunjukkan perhiasan mereka, kecuali apa yang [normal] terlihat pada mereka. Dan biarkan mereka menutupi dadanya." [ QS. An-Nur: 31].

Sebagai seorang wanita muslimah, hijab adalah penjaga martabat dan potret kejayaannya. Dengan dirinya, ia lebih dikenal sebagai wanita yang memiliki jati diri muslim yang sejati dan dapat melindungi alat kelaminnya serta menutup pintu untuk mempermalukan dirinya. Inilah salah satu dari sekian banyak hikmah hijab yang diturunkan oleh Allah seperti yang Dia katakan:

“Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, putri dan istri orang-orang yang beriman,“ Biarlah mereka melebarkan cadarnya ke seluruh tubuh mereka ”. Itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, oleh karena itu mereka tidak diganggu.” [QS. Al-Ahzab: 59].

Bagaimana Hukum Seorang Muslimah Menggunakan Hijab Syar'i?

 

Isi ayat ini sangat jelas bahwa fungsi dan hikmah hijab adalah untuk mencegah dosa dan fitnah yang mengancam harkat dan martabat perempuan. Oleh karena itu, berhijab dan menutupi aurat secara sempurna merupakan kewajiban yang harus diperhatikan oleh setiap wanita muslimah.

Menutupi semua alat kelamin.

Dalam soal alat kelamin ini, para ulama berbeda pendapat. Pendapat pertama menyatakan bahwa aurat seorang wanita adalah seluruh tubuhnya, oleh karena itu dia wajib mengenakan hijab yang menutupi seluruh tubuhnya tanpa kecuali. Pendapat kedua menyatakan bahwa wajah dan telapak tangan bukan bagian dari aurat, maka menutupinya adalah sunnah.

Namun perlu dicatat, pendapat kedua ini tidak berarti dibolehkan untuk menunjukkan wajah dan telapak tangan begitu saja, karena pendapat ini mengharuskan keduanya harus ditampilkan jika tidak dikhawatirkan akan menimbulkan fitnah dan menjadi fitnah. objek pandangan laki-laki.

Pakaian yang longgar dan tidak ketat, juga tebal dan tidak tipis agar tidak menampakkan lekuk dan bentuk tubuh. Rasulullah mengancam wanita yang memakai baju tipis dan ketat dengan kata-katanya:

“Ada dua kelompok termasuk ahli neraka, saya belum pernah melihat mereka yaitu, orang yang membawa cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia, dan wanita yang berpakaian tetapi telanjang . Goyangan, mereka kepala seperti punuk unta. Mereka tidak masuk surga dan tidak tercium baunya, padahal baunya bisa didapat dari perjalanan ini dan itu. "[HR. Muslim].

Demikian yang dapat kami jelaskan tentang Hijab Syar'I, semoga artikel ini bisa berguna dan bermanfaat.